Konkret News

Warga Mengamuk, Delapan Polisi Dihakimi

Kapolda NTB Brigjen Pol M Iriawan didampingi Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy, Kapolres AKBP Agus Nugroho dan sejumlah perwira polisi, memantau di lapangan. (dimyati/konkretnews.com)

Kapolda NTB Brigjen Pol M Iriawan didampingi Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy, Kapolres AKBP Agus Nugroho dan sejumlah perwira polisi, memantau di lapangan. (dimyati/konkretnews.com)

Diduga Terkait Pemilukada Lombok Timur

MATARAM, KONKRETNEWS.COM Warga Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Sabtu (15/6) malam sekitar pukul 21.00 Wita mengamuk. Mereka menghakimi delapan anggota Polres Lotim. Akibatnya, salah satu anggota Polres, Briptu Fathurahim Latif, mengalami luka serius di bagian kepala. Sementara, tujuh anggota lain mengalami luka ringan.

Hingga berita ini dipublish, belum diketahui secara pasti penyebab yang melatarbelakangi keberingasan massa tersebut. Namun, muncul dugaan masalah tersebut terkait dengan Pemilukada Lotim, belum lama ini.

Peristiwa itu tidak melukai delapan anggota polisi. Satu unit mobil Pengendalian Massa (Dalmas) yang dikendarai anggota itu juga dirusak warga. Bagian depan mobil tersebut mengalami rusak parah, terutama di bagian pintu kanan..

Menurut informasi, delapan anggota Shabara itu berangkat dari Mapolres ke Desa Rumbuk, menyusul adanya informasi bahwa rumah salah seorang warga hendak dibakar massa. Delapan anggota tersebut menuju lokasi dengan menggunakan truk Dalmas yang dikendarai Briptu Fathurahim Latif.

Saat memasuki wilayah Desa Rumbuk, tiba-tiba truk polisi itu dihujani batu. Lemparan sekelompo orang yang belum dikenal itu mengenai kepala Briptu Fathurahim. Akibatnya, mobil yang dikemudikannya oleng dan menabrak rumah salah seorang warga.

Menghadapi massa yang kian tak terkendali, delapan anggota Shabara tersebut berusaha menyelamatkan diri. Mereka keluar dari dalam mobil. Saat keluar, mereka dihajar beramai-ramai oleh puluhan warga.

Briptu Fathurahim mengalami luka parah. Selain terkena lemparan, korban juga sempat dihajar warga menggunakan batu dan benda tumpul. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara karena luka di bagian kepala korban cukup serius. Sedangkan, delapan anggota lainnya mengalami luka ringan.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Sukarman Husein yang dihubungi wartawan belum banyak berkomentar. Ia hanya membenarkan adanya kejadian pengeroyokan yang melukai delapan anggota polisi itu. “Satu orang yang terluka. Sekarang sedang dirawat, sedangkan tujuh orang lain telah dipulangkan,’’ katanya.

Mengenai penyebabnya, Sukarman menegaskan polisi masih melakukan penyelidikan. Pihaknya sedang menghimpun data dan informasi di lapangan. “Kami masih kembangkan,’’ ujarnya.

Sukarman belum mengetahui pasti kronologis kejadian yang menimpa delapan anggota tersebut. Ia hanya mendapat kabar, rombongan polisi dihadang dan dilempari massa saat memasuki Desa Rumbuk. “Besok saja informasi lengkapnya,” sarannya.

Persoalan pengeroyokan anggota tersebut telah didengar Kapolda NTB Brigjen Pol M Iriawan. Bahkan, Iriawan telah terjun ke lapangan untuk mengecek situasi dan kondisi di lokasi. (ifa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>