Konkret News

Lalu Mara Disambut Hangat Warga Donggo

Cuaca di atas bumi Dompu dan Bima Jumat (14/6) siang itu begitu cerah. Puluhan orang yang merupakan perwakilan komunitas Donggo, baik yang tersebar di Kabupaten dan Kota Bima maupun dari Kabupaten Dompu, berkumpul di Dusun Duhani’u, Desa Mpili, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Mereka mengikuti pertemuan terbatas dengan Calon Anggota DPR RI Dapil NTB dari Partai Golkar Nomor Urut 2, Lalu Mara Satria Wangsa. Pertemuan selepas Jumatan itu berlangsung di halaman rumah tokoh dan pejuang Donggo, H. Muhammad Ali alias H. Kako Bongko (alm).

——————————–

Calon Anggota DPR RI Dapil NTB dari Partai Golkar Nomor Urut 2, Lalu Mara Satria Wangsa, saat dibisiki Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, di Bandara Internasional Lombok (BIL), beberapa waktu lalu.

Calon Anggota DPR RI Dapil NTB dari Partai Golkar Nomor Urut 2, Lalu Mara Satria Wangsa, saat dibisiki Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, di Bandara Internasional Lombok (BIL), beberapa waktu lalu.

PERTEMUAN komunitas Donggo dengan jurubicara Aburizal Bakrie (ARB), ketua Umum DPP Golkar/Calon Presiden 2014, itu berlangsung dengan suasana sejuk, penuh keakraban dan kekeluargaan. Bahkan, antara Lalu Mara dan beberapa anggota tuan rumah merasa haru dengan pertemuan tersebut.

“Kunjungan Lalu Mara di sini semata-mata untuk bersilaturrahmi dengan warga Donggo. Beliau ingin mengenal dan dikenal lebih dekat dan secara langsung oleh masyarakat Donggo,” kata fasilitator dan pemrakarsa kegiatan itu, Sarwon Al Khan, di sela-sela pertemuan yang berlangsung hingga sore hari tersebut.

Di satu sisi, lanjut Sarwon, dengan adanya pertemuan ini warga Donggo bisa mengetahui secara langsung tentang gambaran sosok maupun visi dan misi Lalu Mara untuk maju sebagai Caleg RI, berikut komitmen-komitmen moralnya terhadap rakyat Donggo. “Di sisi lain, Pak Mara sendiri ingin mengetahui secara utuh tentang masyarakat Donggo,” papar Ketua Forum Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Donggo (FP2MD) NTB itu.

“Masyarakat kita perlu diingatkan supaya sebelum memilih calon pemimpin terlebih dulu mengenalnya dari berbagai sisi dan sudut. Pilihannya jatuh kepada siapa, itu persoalan lain. Yang penting, jangan biarkan mereka seolah-olah membeli kucing dalam karung atau membeli kerbau dalam kubangan, seperti yang terjadi selama ini,” tegas Sarwon yang juga cucu mendiang H. Kako.

Kedatangan orang kepercayaan ARB bersama rombongan tersebut mendapat sambutan hangat dan antusias warga komunitas Donggo. Dua Wakil Ketua Lembaga Adat Masyarakat Donggo (Lamdo) Dompu, Drs Nasrullah M Saleh dan Drs Masran M Yasin pun ikut dalam pertemuan itu.

Menariknya, selain tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan perwakilan masyarakat Donggo dari tiga kabupaten/kota, sejumlah kepala desa (Kades) juga tampak hadir dalam pertemuan silaturrahmi itu. Para kepala desa hadir bukan hanya untuk mengenal lebih dekat figur Lalu Mara. Lebih dari itu, meskipun secara lisan, mereka ingin mendapatkan dan mendengarkan komitmen Lalu Mara jika Yang Maha Kuasa menakdirkannya lolos ke Senayan.

“Indonesia merdeka tahun 1945. Kalau masyarakat donggo sesungguhnya baru menikmati kemerdekan itu baru mulai tahun 2002,” kata Nasrullah dalam sambutannya.

Dengan tegas Nasrullah mengatakan, dalam hal pembangunan masyarakat Donggo selalu dianaktirikan pemerintah masa lalu. “Listrik saja, tahun 2000-an masuk di Kecamatan Donggo,” tandasnya.

Lebih jauh, Nasrullah mengungkapkan, sejarah telah mencatat bahwa orang-orang Donggo-lah yang lebih awal melakukan reformasi, sebelum reformasi 1997 meletus. Gerakkan reformasi warga Donggo terjadi tahun 1972 yang dipimpin lima tokoh, H. Kako (alm), H Abdul Majid Bakri (Karamabura, Dompu), HM Ali Ta’amin (Kota Bima), Jamaluddin Yasin (Kala/alm) dan H Abas Oya (Doridungga, Donggo-Bima)

“Gerakan ini dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan peristiwa Donggo. Apa yang dilakukan masyarakat Donggo saat itu, bukan makar pada pemerintah tapi semata-mata untuk melawan ketidakadilan pemerintah yang diskriminatif memperlakukan warga dan wilayah Donggo,” urai Nasrullah.

 

Merinding, Siap Kembali dan Berikan Perhatian Khusus

Sementara itu, saat diaulat untuk memberikan sambutan dan paparan, Lalu Mara mengaku dirinya merinding dengan suasana saat itu. Sebab, meskipun dirinya dilahirkan dan berasal dari Lombok Timur, namun tetap diterima dan disambut baik oleh warga Donggo.

“Selama ini saya tidak mau menyebut diri sebagai Putra Lombok saja. Supaya orang-orang mengenal, saya katakan saya ini putra NTB, walaupun lahir di Pulau Lombok,” ungkapnya.

Menurut Lalu Mara, seharusnya penyebutan semacam itu tidak boleh diungkapkan. “Kenapa harus ada ungkapan seperti itu? Itu kan justru akan menimbulkan dikotomi dan pengklaiman wilayah,” tegasnya.

Lalu Mara yang juga mantan Staf Ahli Menko Kesra Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid I, Aburizal Bakrie, kemudian bercerita tentang tujuan kedatangannya. “Kedatangan saya untuk bersilahturrahmi, serta menyosialisasikan diri bahwa saya akan maju sebagai Calon Anggota DPR RI Dapil NTB utusan Partai Golkar dan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie akan maju sebagai Calon Presiden mendatang,” bebernya.

Setelah Lalu Mara memperkenalkan diri dan memberikan sambutan, acara tersebut dilanjutkan dengan penyampaian usul saran dari para peserta pertemuan.

Kesempatan perdana diberikan kepada salah salah satu Wakil Ketua Lamdo Dompu, Drs Masran M. Yasin. “Mampukah Bapak (Lalu Mara, red) memperjuangkan pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa (PPS), jika terpilih menjadi anggota DPR RI,” tanyanya.

Menanggapi itu, Lalu Mara mengatakan, awalnya yang membuat pernyataan itu dimulai oleh teman-teman di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang menyebutkan Visit Lombok Sumbawa.  “Tapi kalau boleh, saya ibaratkan wacana PPS sebagai pohon sudah ditanam. Bagaimanapun pohon ini kan terus tumbuh besar dan akan berbuah,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Desa Kala, Hajairin dan Kepala Desa Mpili, lebih fokus menanyakan dan mengingatkan tentang pemerataan pembangunan, termasuk infastruktur pedesaan di Donggo.

Sedangkan salah satu kader yang juga Ketua Pengurus Kecamatan Golkar Kecamatan Donggo, Arifin, tegas menyatakan dirinya bersama warga Donggo siap memenangkan Lalu Mara di wilayahnya.

Mendengar itu, Lalu Mara mengaku merinding. Sebab, meskipun dirinya jelas-jelas bukan dari Donggo, tapi mendapat sambutan luar biasa dan dukungan berbagai elemen warga setempat.

“Mengenai pembangunan pedesaan ketika menjadi staf ahli, saya bagian dari konseptor Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNMP). Program pembangunan yang dicanangkan baru bisa merata sampai di tingkat desa. Kita gunakan sistem perencanaan yang partisipatif,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Lalu Mara tidak melontarkan janji atau sejenisnya. Sebagai bentuk komitmen, dia hanya mengatakan, bahwa suatu saat akan kembali lagi untuk menemui warga Donggo di Bima dan Dompu. “Jika Allah SWT menghendaki saya terpilih sebagai anggota DPR RI, Insya Allah, Donggo akan tetap menjadi bagian perhatian khusus dan saya perjuangkan,” ungkapnya. (ayyi/alam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>